Keindahan merupakan sifat dan ciri orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam pengertian yang lain diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman “Lingkungan sosial” sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan keadaan kondisi linkungan masyarakat setempat, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalamn subjektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau “keindahan itu berada pada mata yang melihatnya”.
Keindahan tentang kondisi social masyarakat yang tercipta dari bentuk dan warna. Keindahan alam dapat tersusun dari berbagai keselarasan yang sempurna dari garis, warna, dan bentuk sebuah karya seni lukisan
Di lingkungan kita berpijak dimana kita tinggal dan bergelut dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar kerap menemukan berbagai persoalan,benturan, ketidakseyawaan, keseimbangan yang terjadi di lingkunaga sekitar
Bagi perupa (seniman seni rupa) konteks ini bisa dijadikan inspirasi berkarya seni, menjadi objek keindahan dan merepresentasikannya menjadikan sebuah karya lukis, yaitu pesertadidik sebagai calon seniman seni lukis. Pada kesempatan ini pesertadidik diminta merefleksi kejadian tersebut menjadi sebuah karya seni rupa untuk maju dengan berbagai gagasan yang dituangkan dalam karya seni lukis.

Salah satu upaya dalam pengembangan sumber daya manusia yang kreatif – inovatif dalam menghadapi tantangan (lokal) bencana alam dan pasar kerja, maupun tantangan (internasional) Global yaitu pasar bebas (AFTA). Untuk itu Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan SMK-Ditjen Pendidikan Menengah menggagas mengungkap potensi kreatif para pesertadidik yang ada di daerah berbekal lokal genius menjadi potensi positif.

Tujuan :

1. Mendorong lembaga SMK untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang mengacu kepada Standar Keterampilan Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) khususnya bidang Seni Lukis.
2. Untuk memantau peta kualitas dan kemampuan SMK di seluruh Indonesia sebagai potensi lokal sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
3. Mempromosikan Keterampilan pesertadidik SMK bidang Seni Rupa khususnya Seni Lukis kepada masyarakat sebagai pengisi tenaga kerja profesional.
4. Memberikan kesempatan dan motivasi kepada pesertadidik berkompetisi secara positif, terbuka untuk menumbuhkan kebanggaan pada bidang keahlian yang ditekuni, juga kebanggan bagi sekolah dan daerah/ provinsi.

Leave a Comment